YOGYAKARTA – Pesta Paduan Suara Gerejani (Pesparani) Kota Yogyakarta 2026 menjadi panggung bagi ratusan umat Katolik untuk menunjukkan kemampuan di bidang seni liturgi sekaligus memperkuat kebersamaan. Sebanyak tujuh paroki dengan total 478 peserta ambil bagian dalam kegiatan di SMP Pangudi Luhur 1, Sabtu (22/8/2026).
Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo yang membuka kegiatan menilai Pesparani memiliki makna lebih luas dibandingkan sekadar perlombaan.
Menurut Hasto, lantunan lagu rohani dan mazmur menjadi bagian dari penghayatan iman sekaligus ungkapan rasa syukur. Pesparani juga menjadi ruang perjumpaan antarumat Katolik dari berbagai paroki di Kota Yogyakarta.
“Melalui lantunan lagu-lagu rohani dan mazmur, para peserta tidak hanya menampilkan kemampuan bermusik, tetapi juga menyampaikan nilai-nilai spiritual yang memperkaya kehidupan beriman,” ujarnya.
Semangat tersebut, lanjut Hasto, selaras dengan Segoro Amarto atau Semangat Gotong Royong Agawe Majuning Ngayogyokarto. Ia berharap keberagaman yang menjadi karakter Yogyakarta terus dirawat sebagai kekuatan untuk membangun persatuan.
Ketua Panitia Pesparani Kota Yogyakarta 2026 Veronika Tatik Trijati Ningsih menjelaskan, sembilan kategori diperlombakan tahun ini. Selain berbagai kelompok paduan suara dan menyanyi mazmur, peserta juga berkompetisi dalam Bertutur Kitab Suci, Cerdas Cermat Rohani dan Cerdas Cermat Alkitab.
Persaingan antarkontingen berlangsung ketat. Paroki Kristus Raja Baciro akhirnya tampil sebagai juara umum setelah mendominasi sejumlah kategori.
Baciro antara lain meraih juara pertama Mazmur Anak, Mazmur Remaja, Mazmur Orang Muda Katolik, Paduan Suara Anak serta Cerdas Cermat Rohani Remaja.
Prestasi juga diraih Paroki Bintaran, Pugeran, Kumetiran dan Kidul Loji di sejumlah nomor. Para juara akan dipersiapkan untuk membawa nama Kota Yogyakarta pada Pesparani tingkat berikutnya.
