YOGYAKARTA – Kampung Wisata Sayidan di Kelurahan Prawirodirjan, Kemantren Gondomanan, kembali mencuri perhatian lewat gelaran Sayidan Pasaran yang berlangsung meriah di Ruang Publik RW 04 Sayidan, Minggu (21/6). Acara ini menghadirkan perpaduan wisata sejarah, seni, dan kreativitas yang sukses menarik minat warga maupun wisatawan.
Salah satu kegiatan yang paling diminati adalah Heritage Walking Tour. Peserta diajak menyusuri berbagai titik ikonik di kawasan Sayidan, mulai dari Jembatan Sayidan yang sarat nilai sejarah, Klenteng Fuk Ling Miau yang menjadi simbol keberagaman budaya, hingga Rumah Gothic dengan arsitektur bergaya Eropa yang unik dan menjadi daya tarik tersendiri.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat mengikuti workshop Eco Print Totebag serta melukis gypsum yang memberikan pengalaman kreatif sekaligus mengenalkan potensi ekonomi kreatif kampung.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Wawan Harmawan, menilai festival berbasis kampung seperti Sayidan Pasaran menjadi bagian penting dalam memperkuat identitas Yogyakarta sebagai Kota Festival. Menurutnya, setiap wilayah di Kota Jogja memiliki keunikan yang layak diangkat menjadi festival unggulan.
“Potensi yang dimiliki tiap kemantren sangat besar untuk dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan ekonomi masyarakat,” kata Wawan.
Sementara itu, Ketua Kampung Wisata Sayidan, Diajeng Endah Pramita Wardani, menjelaskan bahwa Sayidan tidak hanya dikenal karena sejarah dan keberagaman budayanya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi kreatif yang terus berkembang. Salah satunya adalah industri kain crinkle yang telah bertahan selama puluhan tahun.
Selain itu, generasi muda Sayidan juga aktif menghasilkan karya musik original yang turut memperkuat identitas kampung. Ke depan, pihaknya ingin membangun kolaborasi dengan kampung-kampung lain di wilayah Gondomanan untuk menghadirkan paket wisata yang lebih beragam dan menarik.
Dengan lokasi yang berada di pusat Kota Yogyakarta serta didukung keberadaan homestay, Kampung Wisata Sayidan kini mulai dikenal wisatawan mancanegara. Melalui berbagai kegiatan kreatif seperti Sayidan Pasaran, kampung ini semakin menunjukkan diri sebagai destinasi wisata alternatif yang menawarkan pengalaman autentik khas Jogja.
