YOGYAKARTA – Kabar baik bagi para pencari kerja di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) kembali menggelar Job Fair Jogja 2026 yang akan berlangsung pada 15-16 Juli 2026 di Auditorium Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Yogyakarta.
Ajang bursa kerja tahunan ini menghadirkan sekitar 2.000 lowongan pekerjaan dari 29 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor, mulai dari ritel, jasa, manufaktur, teknologi informasi, keuangan, kesehatan, hingga kuliner. Selain itu, tersedia pula sejumlah lowongan yang diperuntukkan khusus bagi penyandang disabilitas sebagai wujud komitmen terhadap kesempatan kerja yang inklusif.
Pelaksana Tugas Kepala Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari, mengatakan seluruh proses dalam Job Fair Jogja 2026 dapat diikuti masyarakat tanpa dipungut biaya. Rekrutmen sepenuhnya dilakukan oleh masing-masing perusahaan secara terbuka dan transparan.
“Seluruh rangkaian acara job fair tidak dipungut biaya atau gratis. Proses rekrutmen dilaksanakan secara transparan oleh masing-masing perusahaan peserta,” ujarnya saat konferensi pers di Balai Kota Yogyakarta, Senin (13/7/2026).
Mengusung tagline “Transformasi dari Kaum Rebahan Menjadi Kaum Gajian”, kegiatan ini diharapkan mampu mendorong semakin banyak masyarakat, khususnya warga Kota Yogyakarta, memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan minatnya.
Tak hanya menghadirkan perusahaan, Job Fair Jogja 2026 juga diikuti empat Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang memberikan informasi mengenai peningkatan kompetensi. Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) turut membuka layanan informasi mengenai peluang kerja di luar negeri yang resmi dan aman.
Sebagai nilai tambah, penyelenggara menyediakan layanan konseling karier gratis untuk membantu pencari kerja mengenali potensi diri, menyusun strategi melamar pekerjaan, hingga menentukan posisi yang paling sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
“Kami mengajak seluruh warga Kota Yogya untuk mempersiapkan diri sebaik mungkin karena peluang kerja terbuka lebar. Harapannya masyarakat yang belum bekerja dapat memperoleh pekerjaan sesuai kompetensi yang dimiliki,” kata Heny.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengembangan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Dinsosnakertrans Kota Yogyakarta, Erna Nur Setyaningsih, mengungkapkan tingkat pengangguran di Kota Yogyakarta berdasarkan data BPS berada di angka 5,72 persen. Data Dinsosnakertrans juga mencatat terdapat sekitar 2.336 pencari kerja pada 2025, yang mayoritas merupakan lulusan SMA.
Karena itu, banyak lowongan yang tersedia berasal dari sektor ritel yang dinilai sesuai dengan kebutuhan lulusan SMA maupun SMK. Meski Kota Yogyakarta bukan kawasan industri, pemerintah terus berupaya memperluas akses masyarakat terhadap dunia kerja. Erna juga menilai kebutuhan tenaga kerja di sektor teknologi informasi akan terus meningkat sehingga menjadi salah satu bidang yang menjanjikan ke depan.
