KOTA YOGYAKARTA – Kerajinan perak, wayang kulit, blangkon, hingga kuliner khas seperti kipo dan kembang waru memperoleh ruang pemasaran bersama melalui Gerai UMKM Kotagede. Berlokasi di Pendopo Abdi Praja Kemantren Kotagede, gerai tersebut menampung produk dari 33 UMKM dengan beragam bidang usaha.
Gerai ini merupakan bagian dari inovasi Pojok Gelaran Produk Ekonomi Kreatif UMKM dan Inklusif atau JOGOMIDAS. Kemantren Kotagede mengembangkan program tersebut untuk membantu pelaku usaha memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan konsumen.
Selain produk perak dan kuliner, etalase gerai menghadirkan kerajinan logam, tanduk kerbau, fiberglass, serta produk konveksi. Adapun pilihan makanan dan minuman khas mencakup ukel, banjar, dan jamu.
Kepala Jawatan Kemakmuran Kemantren Kotagede, Isniyarti Wuri Putranti, mengatakan bahwa keterbatasan akses pasar dan promosi menjadi persoalan yang hendak dijawab melalui program tersebut.
“Melalui JOGOMIDAS, kami menyediakan wadah pemasaran bersama agar produk UMKM Kotagede lebih dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” jelasnya pada Kamis (15/10/2026).
Promosi dilakukan melalui media sosial serta jaringan pengunjung gerai, aparatur sipil negara, mitra wilayah, dan tamu studi tiru yang datang ke Kemantren Kotagede. Pemasaran bersama diharapkan membuat kegiatan promosi lebih efisien sekaligus membuka peluang transaksi.
Dalam operasionalnya, gerai menyediakan pembayaran menggunakan QRIS dan menerapkan pencatatan transaksi secara manual maupun digital. Pengelola juga memantau kualitas, kelayakan, kesegaran, serta masa kedaluwarsa produk yang dipasarkan.
Program yang mulai dirintis dan aktif dipublikasikan sejak 2024 ini turut menyediakan ruang bagi usaha rumahan, perajin tradisional, penyandang disabilitas, serta pelaku UMKM yang belum optimal menggunakan teknologi digital.
Pendampingan diberikan untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, desain, dan pengelolaan usaha. Pelaksanaannya melibatkan perguruan tinggi serta instansi terkait agar pengembangan UMKM tidak hanya bertumpu pada ketersediaan tempat penjualan.
Manfaat pendampingan dirasakan Nurhasanah, pelaku usaha kuliner yang memperoleh fasilitasi legalitas usaha, sertifikat halal, rekening bank, dan QRIS. Ia berharap semakin banyak kegiatan kemantren yang melibatkan UMKM sehingga kesempatan memasarkan produk ikut bertambah.
Pengembangan JOGOMIDAS telah meraih Juara I Lomba Anugerah Inovasi Perangkat Daerah Kota Yogyakarta pada Agustus 2026. Kemantren Kotagede selanjutnya mengarahkan program pada perluasan pasar, penguatan promosi digital, serta peningkatan kualitas produk dan usaha.
