KOTA YOGYAKARTA — Sebanyak 28 pelaku UMKM kuliner binaan Pemerintah Kota Yogyakarta mengikuti kurasi kualitas produk untuk meningkatkan daya saing sekaligus membuka peluang pasar yang lebih luas.
Kurasi yang diselenggarakan Dinas Perindustrian, Koperasi, dan UKM (PerinkopUKM) Kota Yogyakarta itu menyasar tiga kelompok produk, yaitu bakpia, minuman rempah, dan camilan ringan. Sejumlah ahli pangan, praktisi industri, dan pendamping dilibatkan untuk memberikan penilaian serta masukan kepada peserta.
Kepala Dinas PerinkopUKM Kota Yogyakarta, Tri Karyadi Riyanto Raharjo, menjelaskan bahwa kualitas rasa perlu didukung kemasan menarik dan standardisasi produk yang memadai. Ketiga unsur tersebut akan memengaruhi ketertarikan calon mitra dan pembeli.
“Kurasi ini kita lakukan agar produk-produk UMK Jogja makin enak, kemasannya makin menarik, dan standarnya makin siap,” katanya.
Selama kurasi, peserta membawa sampel dan mempresentasikan produknya kepada tim kurator. Penilaian mencakup cita rasa, konsistensi kualitas, keamanan pangan, desain kemasan, serta kesiapan produk memasuki ritel modern, hotel, kafe, dan jaringan pembeli lainnya.
Pemilik Gubug Rempah, Dwi Sudiantono, mengatakan kurasi membantunya memahami kebutuhan pasar secara lebih terperinci. Usaha minuman rempah yang dirintis sejak 2018 itu telah dipasarkan melalui media sosial, WhatsApp Business, toko oleh-oleh, Google Business Profile, dan sejumlah lokapasar.
“Jadi tahu selera pasar dan standar yang dicari mitra. Rasanya seperti dikasih kelas privat,” ujarnya, Senin (10/8/2026).
Maharani dari Griya Bakpia juga menilai kurasi dapat membantu produknya menjangkau konsumen yang lebih luas. Usahanya telah dilengkapi Nomor Induk Berusaha, izin Pangan Industri Rumah Tangga, dan sertifikat halal.
Dinas PerinkopUKM menargetkan produk yang lolos kurasi dapat dipromosikan melalui pameran, kegiatan pemerintah, serta peluang kemitraan dengan pelaku industri.
