YOGYAKARTA – Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Yogyakarta memastikan layanan darurat bagi masyarakat tetap berjalan normal tanpa pengurangan. Penyesuaian yang dilakukan saat ini hanya menyasar laporan non-emergensi yang tidak berkaitan dengan keselamatan jiwa.
Kepala Damkarmat Kota Yogyakarta, Taokhid, mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap layanan pemadam kebakaran maupun penyelamatan. Menurutnya, seluruh laporan yang berkaitan dengan kondisi darurat tetap menjadi prioritas utama petugas.
“Untuk layanan yang sifatnya emergensi, baik kebakaran maupun non-kebakaran yang berkaitan dengan keselamatan jiwa, tidak ada pengurangan, tidak ada pembatasan, dan tidak ada penolakan. Kami tetap siap siaga 24 jam,” kata Taokhid saat jumpa pers di Kantor Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian Kota Yogyakarta.
Ia menjelaskan, belakangan muncul beragam tanggapan di media sosial terkait kabar adanya filterisasi layanan Damkarmat. Karena itu, pihaknya merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
Taokhid menuturkan, tugas utama Damkarmat meliputi penanganan kebakaran, evakuasi, dan penyelamatan yang berkaitan dengan keselamatan manusia maupun hewan. Mulai dari kebakaran bangunan, evakuasi ular, biawak, sarang tawon berbahaya, hingga penyelamatan hewan yang terjebak dalam kondisi darurat.
Namun dalam praktiknya, petugas juga sering menerima laporan yang tidak masuk dalam kategori darurat, seperti persoalan rumah tangga atau permintaan bantuan yang sebenarnya masih dapat ditangani secara mandiri.
“Yang kami lakukan bukan menolak, tetapi memberikan edukasi dan pemahaman kepada masyarakat. Kami lebih selektif untuk laporan yang memang tidak membahayakan keselamatan jiwa dan bukan menjadi kewenangan kami,” ujarnya.
Kebijakan tersebut juga dilakukan untuk menjaga keberlangsungan operasional layanan darurat di tengah meningkatnya biaya operasional, terutama kebutuhan bahan bakar dan perawatan armada. Saat ini Damkarmat Kota Yogyakarta mengoperasikan delapan unit mobil pemadam kebakaran dan dua kendaraan khusus evakuasi serta penyelamatan, yang sebagian besar telah berusia lebih dari 10 tahun.
Sementara itu, Kepala Bidang Operasional Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Damkarmat Kota Yogyakarta, Mahargyo, memastikan setiap laporan masyarakat tetap mendapatkan respons yang jelas. Jika laporan tidak termasuk kondisi darurat, petugas akan memberikan penjelasan dan edukasi yang diperlukan.
Dengan langkah tersebut, Damkarmat berharap masyarakat semakin memahami tugas pokok dan fungsi pemadam kebakaran, sehingga layanan darurat yang menyangkut keselamatan jiwa dapat terus terjaga dan ditangani secara optimal.
