BALI — Peluang pengembangan produk, akses pendanaan, dan perluasan pasar bagi inovator Indonesia menjadi perhatian Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dalam Bali Tech Week (BTW) 2026. Dukungan tersebut turut mencakup industri gim dan penguatan talenta digital yang sesuai dengan kebutuhan dunia usaha.
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid memaparkan arah pengembangan itu saat membuka BTW 2026 di Bali Beach Convention Center, Sanur, Bali. Forum yang berlangsung pada 19–23 Oktober 2026 tersebut menggabungkan 13 kegiatan teknologi dalam satu platform kolaborasi.
Menurut Meutya, Indonesia telah memiliki pasar digital berskala besar. Tahap berikutnya adalah meningkatkan kemampuan untuk menghasilkan inovasi, memperkuat produktivitas, dan mengembangkan teknologi nasional.
Untuk mendukung tujuan tersebut, Komdigi mempererat hubungan antara talenta, perusahaan rintisan, perguruan tinggi, industri, investor, dan pasar. Keterhubungan antarpelaku diharapkan membantu inovator memperoleh dukungan yang diperlukan dalam mengembangkan usahanya.
Melalui ekosistem Garuda Spark, sebanyak 178 program disebut telah menjangkau lebih dari 15.700 talenta digital. Ekosistem tersebut juga membina 80 perusahaan rintisan dan melibatkan 80 mitra, dengan investasi langsung tercatat lebih dari Rp429,5 miliar.
Penguatan ekosistem ini diharapkan memperluas kesempatan inovator Indonesia untuk mengembangkan produk dan menjangkau konsumen. Industri gim termasuk bidang yang disebut memiliki ruang dalam pengembangan tersebut.
“Infrastruktur yang andal memungkinkan inovasi. Talenta yang berkualitas mengubah teknologi menjadi kegiatan produktif. Tata kelola yang bertanggung jawab memberikan keyakinan kepada masyarakat dan dunia usaha untuk berpartisipasi,” kata Meutya.
Besarnya potensi ekonomi digital terlihat dalam laporan e-Conomy SEA 2025. Laporan tersebut memperkirakan nilai transaksi bruto atau gross merchandise value ekonomi digital Indonesia mencapai US$99 miliar pada 2025, tumbuh 14 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Komdigi menempatkan peningkatan produktivitas dalam pilar Tumbuh, yang berjalan bersama pilar Terhubung dan Terjaga. Ketiganya mencakup penguatan konektivitas, pengembangan nilai tambah ekonomi, serta pelindungan masyarakat dalam menggunakan layanan digital.
Memasuki tahun ketiga pemerintahan, pengembangan talenta yang terhubung dengan kebutuhan industri menjadi salah satu agenda penting. Komdigi juga memberikan perhatian pada tata kelola kecerdasan artifisial dan pelindungan data pribadi.
Melalui BTW 2026, pendiri perusahaan serta perguruan tinggi didorong membawa solusi yang berangkat dari kebutuhan nyata. Industri dan investor diajak memperluas dukungan bagi talenta lokal agar kemampuan teknologi dapat berkembang menjadi produk, layanan, serta kegiatan usaha yang memberikan manfaat bagi masyarakat.
