KOTA YOGYAKARTA – Kreativitas generasi muda mewarnai pameran Contemporary Art Batik Evolution yang berlangsung di Java Villa Hotel dan Resto, Prawirotaman, pada 21–23 Agustus 2026.
Pameran tersebut menghadirkan karya dari 25 pembatik muda dengan beragam eksplorasi motif, warna, dan desain. Kegiatan ini menjadi bagian dari Fashion on the Street Festival Prawirotaman yang diselenggarakan Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Pariwisata bersama para penggiat fesyen.
Wakil Wali Kota Yogyakarta Wawan Harmawan menilai keterlibatan anak muda dapat membuka ruang baru bagi perkembangan batik. Keberanian menghadirkan desain yang lebih segar dinilai penting untuk menjaga batik tetap relevan dengan perubahan selera masyarakat.
“Saya sangat mengapresiasi ini membuat anak-anak muda menjadi lebih berani untuk mengkreasikan batik dan juga desain-desain yang baru,” kata Wawan seusai mengikuti diskusi terkait pameran tersebut.
Selain menjadi ruang ekspresi, pameran itu diarahkan untuk membangkitkan kembali identitas Prawirotaman sebagai kampung batik. Kawasan tersebut kini lebih banyak dikenal sebagai kampung wisata dengan hotel, homestay, restoran, dan berbagai fasilitas pendukung pariwisata.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta Lucia Daning Krisnawati mengatakan kekuatan budaya lokal perlu dihubungkan dengan industri kreatif agar masyarakat setempat memperoleh manfaat dari perkembangan pariwisata.
Sementara itu, fashion designer sekaligus penggagas Fashion on the Street Festival Prawirotaman, Lia Mustafa, menjelaskan para pembatik yang terlibat merupakan binaannya bersama Dekranasda DIY dan Bank Indonesia. Pameran juga mendapat dukungan dari sejumlah seniman Yogyakarta yang mengirimkan karya masker.
Menurut Lia, regenerasi perlu dimulai dengan memberikan kesempatan kepada pembatik muda untuk berkarya dan memperoleh apresiasi. Langkah tersebut diharapkan dapat melahirkan seniman batik baru sekaligus memperkuat industri fesyen berbasis budaya di Yogyakarta.
