YOGYAKARTA – Kota Yogyakarta kembali mencatat prestasi dalam pembangunan daerah. Kali ini, Pemkot Yogyakarta meraih penghargaan Reka Cipta Bhakti Nugraha 2026 dari Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Penghargaan diserahkan langsung Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwana X kepada Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Pembangunan Daerah Triwulan II Tahun 2026 di Gedhong Pracimasana, Kompleks Kepatihan DIY, Kamis (30/7).
Dalam penilaian tahun ini, Kota Yogyakarta berhasil menduduki peringkat kedua dengan nilai 857. Kabupaten Sleman berada di posisi teratas dengan nilai 909, sementara Kabupaten Kulon Progo menempati urutan ketiga dengan nilai 830.
Hasto menyebut capaian tersebut menjadi gambaran bahwa perencanaan hingga pelaksanaan pembangunan di Kota Yogyakarta berjalan sesuai target. Penilaian tidak hanya melihat dokumen perencanaan, tetapi juga penyerapan anggaran, realisasi fisik, hingga program unggulan yang manfaatnya dirasakan masyarakat.
“Alhamdulillah Kota Yogyakarta berada di peringkat kedua setelah Sleman. Penilaiannya melihat perencanaan, penyerapan keuangan dan realisasi fisik pembangunan. Hingga Juni lalu capaian kita sudah di atas 50 persen sehingga menunjukkan pembangunan berjalan sesuai target,” ujar Hasto.
Menariknya, salah satu program yang mendapat perhatian dalam penilaian adalah Satu Kampung Satu Tenaga Kesehatan. Lewat program ini, pelayanan kesehatan dibawa semakin dekat ke warga dengan sistem jemput bola, termasuk pemeriksaan kesehatan gratis di tingkat kampung.
Meski meraih hasil positif, Hasto mengakui masih ada pekerjaan rumah yang harus dituntaskan. Salah satunya mengoptimalkan program Satu Keluarga Miskin Satu Sarjana. Pemkot menghadapi tantangan mencari keluarga yang memenuhi kriteria sekaligus memiliki kesiapan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Dalam rakor tersebut juga dilakukan penandatanganan komitmen bersama integrasi basis data kemiskinan DIY. Sultan HB X menekankan pentingnya data terpadu agar program pemerintah benar-benar menyasar masyarakat yang membutuhkan.
Sultan menyebut pertumbuhan ekonomi DIY pada triwulan I 2026 mencapai 5,84 persen. Namun, pemerintah daerah tetap perlu mengantisipasi berbagai risiko, mulai dari ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga energi hingga potensi kekeringan akibat El Nino.
Prestasi ini sekaligus menjadi dorongan bagi Kota Yogyakarta untuk terus menghadirkan pembangunan yang inovatif, terukur, dan berdampak langsung bagi kehidupan warga.
