YOGYAKARTA – Kawasan Malioboro bakal memasuki babak baru. Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menargetkan penerapan sistem full pedestrian di Jalan Malioboro mulai November 2026.
Sebagai langkah awal, Dinas Perhubungan (Dishub) DIY mulai memasang portal di sejumlah jalan sirip atau akses menuju kawasan Malioboro. Portal ini nantinya berfungsi mengatur kendaraan yang masuk ke kawasan ikonik tersebut.
Namun, tenang dulu. Pemasangan portal bukan berarti Malioboro akan tertutup total bagi semua kendaraan.
Kepala Dishub DIY Chrestina Erni Widyastuti menjelaskan, portal yang dipasang merupakan bagian dari sistem manajemen akses agar kawasan pedestrian tetap nyaman bagi pejalan kaki, sekaligus memastikan pelayanan publik tidak terganggu.
“Portal yang direncanakan bukan merupakan penghalang permanen,” kata Erni.
Menurutnya, beberapa jalan sirip Malioboro menjadi akses menuju Polresta Yogyakarta dan Markas Korem. Karena itu, sejumlah kendaraan tetap akan mendapatkan pengecualian untuk melintas.
Kendaraan operasional TNI dan Polri, ambulans, mobil pemadam kebakaran, kendaraan darurat, hingga kendaraan pelayanan publik masih diperbolehkan masuk sesuai kebutuhan operasional.
Dishub DIY juga menyiapkan berbagai skema agar warga dan pelaku usaha di kawasan Malioboro tidak terdampak oleh kebijakan tersebut. Mulai dari pengaturan akses bagi penghuni, penjadwalan bongkar muat logistik, hingga penyediaan titik naik-turun penumpang atau drop-off.
Sekretaris Daerah DIY Ni Made Dwipanti Indrayanti mengatakan desain portal di setiap jalan sirip sebenarnya sudah mulai disiapkan sejak Juni 2026.
Ia mengungkapkan, selama ini masih banyak kendaraan yang masuk ke Malioboro melalui jalan-jalan kecil saat jam pedestrian berlangsung. Karena itu, penataan akses dinilai sudah tidak bisa ditunda lagi.
Pemda DIY juga masih mengkaji lokasi drop-off bagi bus pariwisata agar wisatawan tetap mudah mengakses kawasan Malioboro tanpa mengganggu kenyamanan pejalan kaki.
Rencana menjadikan Malioboro sebagai kawasan pedestrian sebenarnya bukan hal baru. Dishub DIY mengungkapkan konsep tersebut sudah disiapkan sejak 2016, lengkap dengan penataan lalu lintas, pengembangan kantong parkir, peningkatan layanan Trans Jogja, hingga penyediaan fasilitas bagi penyandang disabilitas.
Pemerintah berharap penerapan full pedestrian tidak hanya membuat Malioboro semakin nyaman bagi wisatawan, tetapi juga membantu menjaga bangunan-bangunan heritage di kawasan tersebut dari dampak getaran dan kepadatan lalu lintas.
Jadi, kalau kamu berencana liburan ke Jogja tahun depan, bersiaplah menikmati suasana Malioboro yang lebih ramah pejalan kaki dan minim kendaraan bermotor.
