YOGYAKARTA – Penataan jaringan utilitas menjadi salah satu fokus Pemerintah Kota Yogyakarta dalam mendukung transformasi digital dan menciptakan wajah kota yang lebih tertata. Untuk memperkuat langkah tersebut, Pemkot Yogyakarta mengikuti kegiatan capacity building yang menghadirkan berbagai praktisi dan pemangku kepentingan di bidang telekomunikasi serta infrastruktur perkotaan.
Salah satu narasumber yang hadir adalah Koordinator Wilayah APJATEL Jabodetabek, Anton F. Belnis. Dalam kesempatan itu, Anton membagikan pengalaman teknis mengenai penataan dan relokasi jaringan kabel utilitas yang telah dilakukan di sejumlah daerah, termasuk Kota Depok.
Menurut Anton, proses relokasi kabel dan jaringan utilitas memerlukan perencanaan yang matang agar tidak mengganggu layanan telekomunikasi maupun akses internet yang telah digunakan masyarakat. Selain itu, koordinasi antara pemerintah daerah, operator telekomunikasi, dan pelaksana pekerjaan menjadi faktor penting dalam memastikan proses penataan berjalan lancar.
“Penataan jaringan utilitas harus dilakukan secara terintegrasi sehingga perpindahan jaringan tidak menimbulkan gangguan terhadap layanan publik,” jelasnya.
Kegiatan capacity building tersebut diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman yang dapat diterapkan di Kota Yogyakarta. Berbagai praktik baik dari Kota Depok akan menjadi bahan pertimbangan dalam menyusun kebijakan penataan utilitas yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Selain aspek teknis, kegiatan ini juga membahas pentingnya penguatan regulasi dan kolaborasi lintas sektor. Keberadaan aturan yang jelas dinilai menjadi landasan utama untuk mengatur keberadaan jaringan utilitas sekaligus memastikan setiap pihak menjalankan perannya secara optimal.
Pemkot Yogyakarta memandang penataan jaringan utilitas sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan kota cerdas atau smart city. Infrastruktur yang tertata dengan baik akan mempermudah pengembangan layanan digital, meningkatkan kualitas pelayanan publik, dan memperkuat daya saing daerah di era teknologi.
Tak hanya itu, penataan kabel dan jaringan utilitas juga berkontribusi pada keindahan kota. Kabel yang tersusun rapi akan menciptakan ruang publik yang lebih nyaman, aman, dan enak dipandang, baik oleh warga maupun wisatawan yang datang ke Yogyakarta.
Hasil pembelajaran dari Kota Depok nantinya akan menjadi salah satu referensi dalam pengembangan sistem penataan jaringan utilitas terpadu di Kota Yogyakarta. Melalui langkah tersebut, pemerintah berharap dapat menghadirkan lingkungan perkotaan yang lebih modern tanpa menghilangkan identitas dan keistimewaan Yogyakarta sebagai kota budaya.
Dengan kolaborasi berbagai pihak, Yogyakarta optimistis dapat mewujudkan tata kelola utilitas yang lebih baik demi mendukung digitalisasi daerah dan kualitas hidup masyarakat yang semakin meningkat.
