Program Sekolah Rakyat dinilai memiliki potensi besar untuk membantu mencetak generasi unggul Indonesia di masa depan. Tak hanya membuka akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem, program ini juga dianggap dapat menjadi salah satu fondasi penting menuju Indonesia Emas 2045.
Pemerhati jaminan sosial ketenagakerjaan Teguh Purwanto mengatakan, Sekolah Rakyat memberi kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak yang selama ini menghadapi keterbatasan ekonomi untuk mendapatkan pendidikan yang layak.
“Sekolah Rakyat memberikan kesempatan yang sama bagi anak-anak bangsa yang memiliki keterbatasan ekonomi untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik dan meraih masa depan yang lebih cerah,” kata Teguh dalam keterangannya, Minggu.
Menurutnya, pendidikan bukan hanya soal nilai akademik. Lebih dari itu, pendidikan berperan dalam membentuk karakter, kemampuan berpikir, keterampilan sosial, rasa percaya diri, hingga kemampuan memimpin.
Meski begitu, Teguh menilai keberhasilan Sekolah Rakyat tidak cukup hanya mengandalkan kurikulum atau fasilitas. Kualitas guru dan para pekerja yang terlibat di dalamnya juga menjadi faktor yang sangat penting.
Karena itu, ia menyoroti perlunya perlindungan jaminan sosial yang memadai bagi guru maupun tenaga pendukung lainnya. Apalagi, guru Sekolah Rakyat memiliki tanggung jawab yang cukup besar karena tidak hanya mengajar, tetapi juga mendampingi siswa yang tinggal di asrama dan siap ditempatkan di berbagai daerah di Indonesia.
Teguh mengapresiasi langkah pemerintah yang menempatkan guru Sekolah Rakyat dalam skema ASN Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Menurutnya, kebijakan tersebut memberikan kepastian hukum sekaligus perlindungan sosial yang dibutuhkan para tenaga pendidik.
“Negara hadir memberikan kepastian atas hak-hak dasar mereka dalam bentuk jaminan sosial sebagai pekerja sekaligus pendidik,” ujarnya.
Ia menambahkan, perlindungan sosial seperti Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), hingga program pensiun menjadi hal yang penting agar para guru dapat menjalankan tugasnya dengan tenang.
“Kalau tenaga pendidik dan pekerja dalam Sekolah Rakyat merasa aman dan terlindungi, mereka akan memberikan kemampuan terbaiknya untuk mendidik anak-anak bangsa,” katanya.
Teguh juga mengingatkan bahwa investasi pada kesejahteraan guru sejatinya merupakan investasi untuk masa depan bangsa. Semakin baik perlindungan yang diberikan kepada tenaga pendidik, semakin besar peluang lahirnya SDM berkualitas yang mampu bersaing di masa mendatang.
Ia berharap Sekolah Rakyat tidak hanya dikenal sebagai program pendidikan untuk masyarakat kurang mampu, tetapi juga menjadi model pendidikan yang mampu menghadirkan kesejahteraan bagi para tenaga pendidiknya.
“Ketika anak-anak dari keluarga miskin dipersiapkan oleh guru-guru yang berdedikasi dan terlindungi oleh sistem jaminan sosial yang baik, itulah fondasi kuat untuk menghasilkan SDM yang berdaya saing menuju Indonesia Emas 2045,” tutupnya.
