KOTA YOGYAKARTA – Pengurus Persatuan Wanita Olahraga Seluruh Indonesia (PERWOSI) tingkat Kemantren se-Kota Yogyakarta masa bakti 2026–2030 resmi dilantik di Grha Pandawa Balai Kota Yogyakarta, Selasa (29/9/2026).
Pelantikan dilakukan Ketua PERWOSI Kota Yogyakarta, Siti Hafsah Wawan Harmawan. Kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan lebih banyak kegiatan olahraga yang dekat dengan keseharian masyarakat, khususnya perempuan di berbagai kelompok usia.
Siti Hafsah menilai pelantikan bukan sekadar pergantian struktur organisasi, tetapi harus menjadi awal dari gerakan olahraga perempuan yang lebih aktif hingga tingkat wilayah.
Menurutnya, program olahraga tidak harus selalu identik dengan kegiatan besar, kompetisi, maupun fasilitas khusus. Aktivitas yang sederhana namun dilakukan secara rutin justru dinilai lebih penting untuk membangun kebiasaan hidup sehat.
“Yang penting adalah masyarakat bergerak, aktif, dan melakukannya secara konsisten,” katanya.
Ia mendorong pengurus PERWOSI Kemantren menyusun program berdasarkan kondisi masing-masing wilayah. Setiap kemantren dinilai memiliki karakter masyarakat, fasilitas, dan potensi yang berbeda sehingga bentuk kegiatannya pun tidak harus seragam.
“Yang kita harapkan bukan sekadar banyaknya kegiatan, tetapi semakin banyak perempuan yang mau bergerak dan merasakan manfaat olahraga,” ujarnya.
Selain mengembangkan program yang relevan, para pengurus juga diminta memperkuat kolaborasi dengan berbagai unsur masyarakat. Kerja sama dinilai dapat memperluas jangkauan kegiatan sekaligus meningkatkan partisipasi warga.
Sementara itu, Plt Kepala Dindikpora Kota Yogyakarta Agus Trimadi yang mewakili Wali Kota Yogyakarta menilai PERWOSI memiliki peran penting dalam mendorong terbentuknya keluarga sehat.
Perempuan, terutama ibu, menurutnya memiliki pengaruh besar terhadap kebiasaan hidup di dalam keluarga. Ketika perempuan aktif dan memiliki kesadaran terhadap kesehatan, dampaknya dapat menjalar kepada anggota keluarga lainnya.
Pemerintah Kota Yogyakarta pun mendorong masyarakat menjadikan olahraga sebagai bagian dari rutinitas sehari-hari, bukan hanya dilakukan saat ada perlombaan atau kegiatan khusus.
“Olahraga diharapkan dapat menjadi bagian dari gaya hidup atau life style masyarakat sehari-hari,” kata Agus.
